HARIANJABAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul analisis BMKG terhadap sejumlah fenomena iklim yang memicu kondisi tersebut.
Analisis BMKG menunjukkan bahwa fase La Niña lemah dengan indeks Niño 3.4 sebesar -0.75 menjadi salah satu faktor pemicu. Fenomena ini diprediksi akan meningkatkan aktivitas konvektif, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Penha yang aktif di Samudra Pasifik timur Filipina juga berkontribusi terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Dampak lainnya adalah potensi gelombang tinggi di Perairan Kepulauan Talaud serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Prediksi Cuaca Detail Berdasarkan Periode
Lebih lanjut, Bibit Siklon Tropis 98P yang bergerak ke arah Barat hingga Barat Daya di wilayah Daratan Australia berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang dan angin kencang di Nusa Tenggara Timur. BMKG juga mengamati bahwa Monsun Asia masih cukup persisten hingga dasarian kedua Februari, dengan pergerakan seruakan dingin (cold surge) yang seiring dengan penguatan Monsun Asia. Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan curah hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian selatan. Gelombang atmosfer, seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator, juga terdeteksi aktif di berbagai wilayah, yang secara kombinasi dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem.
BMKG merinci prediksi cuaca untuk periode 6-8 Februari 2026, yang didominasi oleh hujan ringan hingga sedang, namun dengan peringatan dini hujan lebat hingga ekstrem untuk beberapa daerah. Wilayah yang masuk kategori waspada (hujan sedang-lebat) meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Tengah. Sementara itu, kategori siaga (hujan lebat-sangat lebat) berlaku untuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan. Angin kencang juga diprediksi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Untuk periode 9-12 Februari 2026, prediksi cuaca masih didominasi oleh hujan ringan hingga sedang, namun dengan beberapa wilayah yang mendapat peringatan dini hujan lebat hingga ekstrem. Wilayah waspada (hujan sedang-lebat) mencakup Aceh, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan. Kategori siaga (hujan lebat-sangat lebat) ditetapkan untuk Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan. Angin kencang diprediksi terjadi di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.
