
HARIANJABAR.ID - Kebun Raya Bogor bersiap menyambut mekarnya bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) yang diperkirakan akan mekar sempurna dalam beberapa hari mendatang. Fenomena alam langka ini menjadi sorotan publik setelah 12 tahun penantian sejak terakhir kali bunga serupa berbunga di lokasi yang sama.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengonfirmasi bahwa tanda-tanda mekarnya bunga bangkai telah terlihat sejak 26 Januari lalu. "Dari hasil pengamatan kami, tongkol bunga sudah mulai terbuka dan aroma khas yang tidak sedap mulai tercium. Bau tersebut menjadi indikator bunga bangkai akan segera mekar sempurna," ujar Zaenal, Rabu, 4 Februari 2026.
Bunga bangkai yang kini menunjukkan tanda-tanda mekarnya berasal dari umbi yang ditanam pada tahun 1992. Koleksi ini terakhir kali berbunga pada tahun 2014, menandakan siklus berbunga yang panjang yang merupakan karakteristik alami dari tanaman Amorphophallus titanum.
Zaenal menjelaskan bahwa tanaman ini memiliki dua fase pertumbuhan, yaitu vegetatif dan generatif, yang dipisahkan oleh masa dormansi yang cukup lama. "Masa dorman tersebut bisa berlangsung bertahun-tahun. Hal ini dihitung secara keseluruhan dan tergantung pada kondisi tanaman dan lingkungan sekitar," katanya.
Upaya Konservasi dan Pengawasan Mekarnya Bunga Bangkai
Untuk memastikan proses mekarnya bunga bangkai berjalan optimal, Kebun Raya Bogor menerapkan pengawasan ketat. Area di sekitar tanaman dibersihkan secara rutin dan dipasangi pembatas untuk pengunjung. "Bunga ini sangat sensitif. Jika tersentuh atau tergores, proses mekarnya bisa terganggu bahkan batal, sehingga pengunjung hanya diperbolehkan melihat dari jarak sekitar lima meter," jelas Zaenal.
Selain menjadi daya tarik wisata, keberadaan bunga bangkai memiliki nilai penting dalam upaya konservasi. Kebun Raya Bogor saat ini memiliki sembilan umbi bunga bangkai yang masih hidup. Mekarnya bunga bangkai biasanya berlangsung singkat, umumnya dua hingga tiga hari, bergantung pada kondisi cuaca. Jika cuaca mendukung, mekarnya bisa bertahan hingga hampir satu minggu, namun dapat lebih cepat roboh jika terjadi hujan dan angin kencang.
Informasi mengenai mekarnya bunga bangkai ini telah memicu peningkatan antusiasme masyarakat, menarik pengunjung dari kalangan pelajar hingga komunitas pencinta tanaman yang ingin menyaksikan langsung keunikan bunga ikonik dunia ini.