Pengunjung yang datang pada hari pembukaan terlihat antusias menikmati berbagai sajian yang ditawarkan. Simulasi langit yang diproyeksikan di kubah planetarium menjadi daya tarik utama, memberikan gambaran detail tentang gugusan bintang, planet, dan fenomena langit lainnya. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh banyak pengunjung untuk belajar lebih dalam tentang antariksa.
Kehadiran planetarium yang diperbarui ini diharapkan dapat membangkitkan minat generasi muda terhadap ilmu astronomi. Dengan fasilitas modern, diharapkan pembelajaran tidak lagi terasa kaku, melainkan menjadi aktivitas yang menyenangkan dan interaktif. Berbagai program edukasi juga direncanakan untuk memaksimalkan peran planetarium sebagai pusat pembelajaran sains.
Pengunjung yang menyaksikan pertunjukkan simulasi langit di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Kamis (25/12/2025). Planetarium dan Observatorium Jakarta kembali beroperasi setelah 13 tahun nonaktif akibat renovasi dengan fasilitas dan teknologi yang diperbarui untuk meningkatkan layanan edukasi astronomi kepada masyarakat.
Transformasi Menjadi Pusat Edukasi Sains Modern
Sejak ditutup untuk renovasi selama lebih dari satu dekade, Planetarium Jakarta telah mengalami transformasi signifikan. Pihak pengelola berupaya mengintegrasikan teknologi terkini, termasuk elemen kecerdasan buatan, untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif dan relevan dengan perkembangan zaman. Perubahan ini tidak hanya pada aspek visual pertunjukan, tetapi juga pada konten edukasi yang disajikan agar lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia.
