HARIANJABAR.ID - Konsumsi rumah tangga menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Barat pada triwulan III 2025, menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,92% secara tahunan. Angka ini melampaui pencapaian triwulan sebelumnya yang tercatat 4,76%.
Direktur Eksekutif Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sangat ditopang oleh daya beli masyarakat. Selain itu, kinerja ekspor neto dan investasi juga berkontribusi positif, masing-masing tumbuh 4,89% dan 5,27%.
Sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta transportasi dan pergudangan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Masing-masing sektor tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,15%, 5,17%, dan 11,62%.
Namun, sektor pertambangan mengalami kontraksi sebesar 1,13% yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Alokasi Anggaran dan Ketenagakerjaan Menjadi Fokus Prioritas
Muhammad Nur menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh alokasi anggaran belanja negara yang lebih terarah pada program-program prioritas nasional. Anggaran belanja Jawa Barat tahun 2025 mencapai Rp195,94 triliun, dengan realisasi belanja triwulan III 2025 sebesar 58,82% dari pagu. Struktur belanja tersebut sebagian besar ditopang oleh APBD kabupaten/kota.
"Anggaran belanja Jawa Barat pada tahun 2025 secara keseluruhan mencapai Rp195,94 triliun, dengan realisasi belanja pada triwulan III 2025 telah mencapai 58,82% dari pagu atau terkontraksi 5,51% (yoy) dari tahun sebelumnya. Struktur belanja masih ditopang terutama oleh APBD kabupaten/kota, disusul oleh APBN Provinsi dan APBD Provinsi," jelasnya.
Menyinggung kondisi ketenagakerjaan, Nur menyatakan bahwa tingkat pengangguran di Jawa Barat relatif stabil di kisaran 6,7% meskipun terjadi penurunan partisipasi angkatan kerja. Bank Indonesia optimis kondisi ketenagakerjaan akan membaik seiring dengan peningkatan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Penghasilan Konsumen pada awal triwulan IV 2025.
