Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan, menyatakan bahwa perbaikan tata kelola ini menjadi krusial seiring dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan daerah. Pemantauan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pariwisata Kuningan, dengan total kunjungan mencapai 242.068 orang antara 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Lonjakan aktivitas wisata ini perlu diimbangi dengan pengelolaan yang cermat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara optimal. Selain itu, aspek lingkungan dan keselamatan pengunjung juga menjadi prioritas utama yang tidak boleh terabaikan.
Perkembangan pariwisata Kuningan saat ini sangat dinamis, mengikuti tren minat wisatawan yang kian beragam, terutama pada wisata alam dan kuliner. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk sigap dalam menata sarana dan prasarana pendukung pariwisata agar pelayanan yang diberikan kepada wisatawan berjalan maksimal.
Kolaborasi untuk Pariwisata Berkelanjutan
"Perbaikan tata kelola ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi dengan masyarakat, pelaku usaha, serta organisasi kepariwisataan," ujar Asep Budi Setiawan.
Karakter geografis Kuningan yang didominasi oleh kawasan alam menjadi pendorong utama berkembangnya sektor wisata berbasis lingkungan. Hal ini memicu pertumbuhan berbagai jenis usaha wisata, mulai dari atraksi alam, akomodasi, kuliner, hingga wisata minat khusus yang tersebar di sekitar kawasan TNGC.
Sumber : Antara