Pemkot Bandung Jamin Stok Pangan Aman Jelang Ramadan



HARIANJABAR.ID -  
Pemerintah Kota Bandung telah mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini diambil meskipun sempat terjadi pengaruh cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang berdampak pada beberapa komoditas.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa pemantauan intensif oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung di berbagai pasar tradisional menunjukkan bahwa fluktuasi harga masih dalam batas wajar dan belum menimbulkan gejolak signifikan. "Secara umum harga masih terkendali. Memang ada sedikit kenaikan di beberapa komoditas hortikultura seperti cabai akibat faktor cuaca, tapi masih dalam batas wajar dan tidak melonjak tajam," ujar Farhan, Minggu (1/2/2026).

Menurut laporan Disdagin, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp58.000 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar Rp9.000 dari periode sebelumnya, namun masih jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan harga pada periode yang sama tahun lalu yang sempat mencapai Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Komoditas protein hewani terpantau stabil dengan harga normal. Berdasarkan data Disdagin per akhir Januari 2026, harga daging sapi Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam Rp29.000 per kilogram. "Jadi untuk sektor perdagingan relatif aman. Tidak ada gejolak harga yang signifikan," jelasnya.

Stabilitas Pasokan Pangan Terjaga

Farhan juga memastikan bahwa bencana longsor yang terjadi di wilayah Bandung Barat (KBB) tidak mengganggu distribusi bahan pangan ke Kota Bandung. Jalur distribusi tetap lancar, sehingga pasokan dan harga di pasar tidak terpengaruh. Ia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga pangan demi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah. "Kami tidak ingin masyarakat Bandung menghadapi Ramadan dengan tidak ada kecemasan soal harga pangan. Pemerintah hadir untuk memastikan pasokan aman harga terkendali dan daya beli warga tetap terjaga," tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung melalui Disdagin akan kembali menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan. Program ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga dan menekan potensi inflasi menjelang Ramadan hingga Lebaran. "Bazar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi instrumen konkret untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Kami ingin warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," terangnya.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال