Masalah ini berdampak langsung pada upaya pelestarian yang merupakan benteng pertahanan terakhir bagi spesies langka ini di Jawa Barat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi tersebut saat melakukan tinjauan lapangan.
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa peralatan laboratorium modern yang krusial untuk riset dan perawatan penyu berisiko mengalami kerusakan permanen akibat suplai listrik yang tidak stabil.
Dampak Ketidakstabilan Listrik pada Konservasi Penyu
Ketidakstabilan pasokan listrik menjadi penyebab utama rusaknya peralatan laboratorium konservasi penyu hijau di Pantai Pangumbahan, Kabupaten Sukabumi. Jarak sumber daya listrik terdekat yang mencapai dua kilometer dari lokasi utama menyebabkan jalur transmisi yang panjang dan tidak efisien. Kondisi ini tidak hanya berakibat pada daya yang tidak stabil untuk alat-alat sensitif, tetapi juga menghambat respons cepat saat terjadi kendala teknis mendadak.
"Penyu adalah biota laut istimewa yang tidak dimiliki semua daerah. Di Jawa Barat, pusat konservasi seperti ini sangat terbatas," ujar Lina Ruslinawati.
Ia menegaskan bahwa infrastruktur penunjang seperti listrik yang stabil merupakan kebutuhan mendesak untuk memastikan keberlanjutan fungsi edukasi dan pelestarian di pusat konservasi ini.
