Awal 2026 Jabar Darurat Bencana: 84 Kejadian, 80 Orang Meninggal



HARIANJABAR.ID -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan tingginya intensitas bencana alam yang terjadi di awal tahun 2026. Tercatat 84 kejadian bencana melanda wilayah Jawa Barat sepanjang periode 1 Januari hingga 3 Februari 2026.

Peristiwa alam ini tersebar di 362 kecamatan di berbagai kabupaten dan kota, mengakibatkan 80 orang meninggal dunia dan 167.846 jiwa terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menyatakan bahwa sebagian besar bencana disebabkan oleh faktor cuaca dan kondisi geografis.

Jenis bencana yang paling dominan adalah banjir dan cuaca ekstrem, masing-masing mencapai 32 kejadian. Tanah longsor juga menjadi ancaman serius dengan 20 kejadian tercatat. BPBD melaporkan tidak ada catatan mengenai bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, maupun erupsi gunung api pada periode tersebut.

Dampak dari serangkaian bencana ini cukup signifikan, merusak 100 bangunan berat, 156 bangunan sedang, dan 386 bangunan ringan. Selain itu, 101.265 titik terendam dan 128 hektare lahan terdampak.

Di tengah menghadapi dampak bencana, BPBD juga mencatat adanya 44 rumah ibadah, dua fasilitas kesehatan, dan 26 fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan atau gangguan fungsi.

Perjuangan Melawan Ratusan Kejadian Bencana

Total korban jiwa akibat beragam bencana di Jawa Barat tercatat sebanyak 80 orang meninggal dunia dan enam orang lainnya masih dinyatakan hilang atau dalam proses pencarian. Angka ini belum termasuk data terbaru dari bencana longsor di Cisarua yang dilaporkan telah mengumpulkan 83 kantong jenazah, dengan 63 korban tewas teridentifikasi.

"Kami mencatat ada 100 bangunan rusak berat, 156 bangunan rusak sedang, dan 386 bangunan mengalami rusak ringan akibat bencana," ujar Teten Ali Mulku Engkun.

BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال