Banjir Bandang di Majalaya Hancurkan 5 Rumah, Ratusan KK Terdampak



HARIANJABAR.ID -  Banjir bandang di Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis dini hari menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur permukiman. Tanggul yang jebol menjadi penyebab utama meluasnya genangan air hingga merendam sejumlah rumah warga di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaporkan sebanyak lima rumah mengalami rusak berat. Selain itu, tujuh rumah lainnya tercatat mengalami kerusakan sedang. Total warga yang terdampak langsung oleh peristiwa ini mencapai 310 Kepala Keluarga (KK) atau diperkirakan sekitar 660 jiwa.

Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat setempat segera bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Upaya evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, balita, dan penyandang disabilitas. Sebanyak 18 warga dievakuasi untuk memastikan keselamatan mereka.

Menurut Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, penanganan bencana ini melibatkan koordinasi lintas sektor.

"Data sementara mencatat lima rumah rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang. Total warga terdampak sebanyak 310 KK atau kurang lebih 660 jiwa," kata Asep. 

"Total 18 warga kami evakuasi sebagai langkah antisipasi, terutama kelompok rentan seperti lansia, balita, dan penyandang disabilitas," tambahnya.

Tim gabungan melakukan penanganan di lokasi terdampak, meliputi Kecamatan Majalaya, pemerintah desa, serta unsur masyarakat lainnya. Berdasarkan pantauan pada Kamis pagi, ketinggian air dilaporkan telah surut. Akses jalan utama kini sudah dapat dilalui kembali dan aliran listrik di area yang tergenang telah menyala.

Namun, petugas masih menemukan sisa lumpur di jalanan serta tumpukan material sampah yang terbawa arus banjir. "Kondisi air sudah surut, tetapi kami masih membutuhkan alat berat dan truk sampah untuk percepatan pembersihan lumpur dan material sisa banjir," ujar Asep Mahmud. Kebutuhan mendesak lainnya yang dilaporkan mencakup makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, perlengkapan mandi, serta kebutuhan khusus bagi bayi dan lansia.

Pendataan lanjutan dan kerja bakti pembersihan area terdampak bersama pemangku kepentingan serta masyarakat setempat terus dilakukan pada pagi hari.

Sumber : Antara

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال