Universitas Padjadjaran Perkenalkan Tiga Program Studi Internasional Baru


HARIANJABAR.ID -  Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi membuka pendaftaran Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) untuk Program Kelas Internasional (International Undergraduate Program / IUP) Gelombang Pertama yang berlangsung dari 12 Januari hingga 9 Maret 2026.

Pembukaan gelombang pertama ini juga menandai peluncuran tiga program studi baru yang dirancang untuk menjawab tren global serta kebutuhan pasar kerja. "Kami melihat kebutuhan hadirnya program studi di masyarakat dan kami pun mengevaluasi prodi yang sudah ada saat ini. Untuk tahun ini, program IUP Unpad membuka tiga prodi baru. Program ini terbuka untuk Warga Negara Asing dan Warga Negara Indonesia," ungkap Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.

Ketiga program studi baru yang ditawarkan adalah Public Administration, Food Technology, dan Public Relations. Program studi Public Administration dikembangkan melalui kolaborasi dengan beberapa universitas terkemuka dunia, termasuk Sungkyunkwan University (Korea Selatan), Monash University (Australia), Universiti Putra Malaysia, dan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Sementara itu, program studi Public Relations menawarkan skema gelar ganda (double degree) bekerja sama dengan Canberra University, Australia. Untuk program studi Food Technology, Unpad menjalin kemitraan dengan sejumlah institusi internasional seperti Universiti Malaysia Terengganu, Chiba University (Jepang), Universiti Teknologi MARA (Malaysia), Universiti Kuala Lumpur (Malaysia), Chengdu University (China), dan Fujian Polytechnic Normal University (China).

Komitmen Pendidikan Berkualitas Global

"Penambahan prodi baru ini merupakan salah satu komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdaya saing global. Kami juga mengimbau bagi para calon pendaftar untuk mencermati seluruh persyaratan dan tahapan seleksi agar proses pendaftaran berjalan optimal," tegas Prof. Arief S. Kartasasmita.

Kepala Kantor SMUP Unpad, Prof. Ir. Anas, menjelaskan bahwa secara umum tidak banyak perubahan dalam mekanisme SMUP IUP tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk kuota penerimaan. Namun, terdapat tambahan kuota khusus untuk program studi baru. Calon peserta IUP perlu mempersiapkan nilai rapor dari semester 1 hingga semester 5, serta sertifikat kemampuan berbahasa Inggris yang diakui oleh Unpad, seperti dari ETS, British Council, dan Duolingo. Batasan minimum sertifikat bahasa Inggris tidak diberlakukan.

Unpad juga menerima sertifikat Test Kemampuan Berbahasa Inggris (TKBI) yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa Unpad. Penting bagi calon peserta untuk memastikan bahwa penyelenggara sertifikat bahasa Inggris berasal dari institusi yang direkognisi secara langsung oleh Unpad dan bukan dari tempat kursus atau perguruan tinggi lain yang tidak terafiliasi.

Mengenai biaya pendidikan, Prof. Anas menegaskan bahwa Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk program IUP tidak mengalami kenaikan. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Unpad untuk menjaga stabilitas biaya pendidikan agar tetap inklusif dan terjangkau, dengan kepastian tidak ada kenaikan UKT hingga tahun 2029.

Hasil seleksi SMUP IUP Gelombang 1 akan diumumkan sebelum jadwal pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus wajib segera melakukan konfirmasi dan administrasi sesuai batas waktu yang ditentukan untuk menghindari dianggap mengundurkan diri, mengingat sistem pengumuman kelulusan Unpad telah terintegrasi dengan proses registrasi.

"Silakan mantapkan pilihan, karena ini pilihan yang memang disiapkan sesuai dengan kemampuan calon peserta yang memiliki passion untuk go international," ujar Prof. Anas.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai program IUP, Unpad akan menyelenggarakan kegiatan "Ayo Kenal Unpad, Open Campus 2026: International Undergraduate Program Info Session". Informasi lebih lanjut mengenai SMUP IUP dapat diakses melalui laman resmi smup.unpad.ac.id.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال