
Pemerintah Kabupaten Bandung di Jawa Barat bertekad serius dalam upaya pemulihan ekosistem melalui metode aeroseeding atau penaburan bibit dari udara. Metode ini dipilih karena kemampuannya menjangkau wilayah pegunungan dan hulu sungai yang sulit diakses dengan cara konvensional. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi lahan kritis di berbagai penjuru Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan kesiapan program ini. "Saya serius dalam hal ini (penghijauan). Penanaman dilakukan melalui penyebaran bibit menggunakan pesawat untuk menjangkau lokasi yang sulit dijangkau, seperti pegunungan. Jumlahnya bisa mencapai jutaan bibit," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh bibit yang dibutuhkan telah siap. Ketersediaan bibit menjadi faktor kunci dalam kelancaran program ini.
"Bibit sudah siap, tinggal teknis pelaksanaan. Nanti kita akan menanam bersama-sama, Insyaallah pelaksanaannya bisa dimulai pada bulan Januari," jelas Dadang, merujuk pada jadwal pelaksanaan di awal tahun 2026.
Target wilayah penaburan mencakup dataran tinggi seperti Kertasari, Pacet, Pangalengan, Rancabali, Ciwidey, Pasirjambu, Ibun, dan Arjasari.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Lingkungan Hijau
Pelaksanaan program ambisius ini akan melibatkan kolaborasi erat dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), khususnya dari Pangkalan Udara Sulaiman. Keterlibatan TNI AU diharapkan dapat memastikan efisiensi dan efektivitas dalam proses penyebaran bibit secara aeroseeding.
Komandan Lanud Sulaiman, Marsma TNI Eko Sujatmiko, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya. “Kami sangat mengapresiasi dan siap mendukung langkah bupati ini yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di wilayah hulu sungai dan pegunungan,” tegasnya.