Jemaah Umrah Asal Jabar Dipastikan Aman di Tengah Ketegangan Timur Tengah





HARIANJABAR.ID -  
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat menegaskan bahwa seluruh jemaah umrah asal provinsi tersebut dalam kondisi aman dan tidak ada yang tertahan di Tanah Suci menyusul adanya ketegangan di Timur Tengah. Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Boy Hari Novian, menyatakan bahwa situasi jemaah hingga kini tetap kondusif dan aktivitas ibadah berjalan normal karena konflik tersebut tidak berdampak langsung ke Mekah dan Madinah.

Dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026), Boy Hari Novian menjelaskan bahwa penerbangan Saudi Airlines masih beroperasi sesuai jadwal. Jemaah asal Jawa Barat pun terus kembali ke tanah air sesuai dengan agenda kepulangan masing-masing dalam beberapa hari terakhir. Mengenai kabar mengenai 58.000 WNI yang disebut tertahan di Arab Saudi, Boy meluruskan bahwa mereka bukan tertahan, melainkan masih dalam rangkaian ibadah dan belum memasuki jadwal kepulangan.

"Itu bukan tertahan, memang belum jadwalnya pulang. Ada yang baru datang, ada yang masih melaksanakan umrah. Umrah itu ada yang 9 hari, ada yang 12 hari, jadi sesuai jadwal," jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pusat, diperkirakan sekitar 4.000 hingga 5.000 jemaah asal Jabar masih berada di Mekah dan Madinah. Angka ini terus berkurang seiring dengan jadwal kepulangan mereka yang telah ditentukan.

Penundaan Penerbangan dan Imbauan

Boy Hari Novian menambahkan bahwa memang terdapat beberapa penerbangan yang mengalami penundaan, terutama yang menggunakan maskapai seperti Qatar dan Emirates. Namun, penundaan ini tidak berujung pada pembatalan, melainkan hanya penyesuaian jadwal kepulangan. Maskapai lain seperti Lion, Garuda, dan Saudi Airlines dilaporkan tetap berjalan normal.

"Jadi yang tertunda itu yang memakai Qatar dan Emirates. Itu pun tidak dibatalkan, hanya ditunda kepulangannya, Sedangkan maskapai seperti Lion, Garuda dan Saudi Airlines masih berjalan normal," tuturnya.

Meskipun demikian, Boy mengimbau calon jemaah yang berencana berangkat untuk menunda perjalanan hingga situasi global benar-benar kondusif. Imbauan serupa juga ditujukan kepada penyelenggara perjalanan umrah (PPU) dan jemaah yang melakukan perjalanan mandiri. Kanwil Kemenag Jabar terus menjalin koordinasi erat dengan Kantor Urusan Haji dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah untuk memantau situasi.

"Petugas pun disiagakan di bandara untuk membantu jemaah yang terdampak, seperti memfasilitasi refund, penggantian maskapai, atau perpanjangan hotel. Alhamdulillah, berdasarkan laporan dan komunikasi kami dengan jemaah di sana, kondisi aman," pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال