Angka produksi tersebut terbagi menjadi dua sektor utama, yaitu perikanan tangkap yang menghasilkan 180.620,58 ton dan perikanan budidaya yang mencapai 348.253,22 ton. Kontribusi Indramayu untuk perikanan tangkap di Jabar adalah sebesar 63,01 persen, sementara untuk perikanan budidaya sebesar 26,43 persen.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil sinergisitas antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan.
Edi Umaedi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha perikanan dan kelautan serta para pemangku kepentingan yang telah berupaya maksimal. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pembangunan yang baik dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Peran Strategis dan Dukungan Perekonomian Masyarakat
Menurut Edi, kolaborasi yang terjalin menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan peningkatan produksi perikanan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas produksi, baik di sektor tangkap maupun budidaya.
"Terima kasih atas ikhtiar maksimal dari para pelaku usaha perikanan dan kelautan serta stakeholder terkait. Begitu juga atas kolaborasi pembangunan yang sangat baik dari Pemkab Indramayu," ujar Edi.
Sektor perikanan di Kabupaten Indramayu memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Peningkatan produksi perikanan juga dinilai penting dalam mendukung ketahanan pangan dan penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat Indonesia.
"Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan, khususnya di Kabupaten Indramayu," tutupnya.
