Eskalasi Konflik Timur Tengah Ancaman Stagflasi Global



HARIANJABAR.ID -  
Konflik militer yang meningkat di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya stagflasi global, sebuah kondisi ekonomi yang ditandai inflasi tinggi di tengah pertumbuhan yang stagnan.

Kekhawatiran ini muncul akibat lonjakan harga minyak dan potensi gangguan pada perdagangan internasional. Para analis menyoroti pentingnya Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menangani sekitar 20% pasokan minyak dunia, yang jika terganggu dapat menyebabkan guncangan harga minyak serupa dengan krisis tahun 1970-an.

"Skenario di mana biaya energi meningkat tajam sementara pertumbuhan ekonomi global tetap lemah berpotensi menjadi realitas stagflasi," ujar Kepala Penelitian Risiko Politik di Coface, Ruben Nizard. Ia menambahkan bahwa kenaikan harga minyak yang berkelanjutan akan memperburuk masalah dengan meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong inflasi lebih lanjut.

Gejolak harga energi tidak hanya terbatas pada minyak. Harga gas acuan Eropa juga mengalami kenaikan signifikan lebih dari 40% akibat serangan pada fasilitas produksi gas di Qatar, memperparah tekanan pada pasar energi global.

Gangguan Rantai Pasok dan Dampak Finansial

Selain lonjakan harga energi, konflik ini juga memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok global. Gangguan logistik, termasuk penutupan wilayah udara di Teluk Persia, berpotensi menghambat aktivitas ekonomi dunia di tengah ketidakpastian yang meluas.

Dampak geopolitik ini juga terasa di pasar keuangan global. Imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara utama mengalami kenaikan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi. Mata uang pasar berkembang, termasuk Rupiah, juga menunjukkan tekanan akibat sentimen negatif global.

Jika konflik ini berlanjut, kombinasi biaya energi yang tinggi, hambatan logistik, dan menurunnya kepercayaan bisnis dapat menjadi penghambat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi global, sambil terus mendorong inflasi. Dalam skenario terburuk, dunia bisa menghadapi kombinasi resesi ringan dan inflasi tinggi, yang merupakan ciri khas stagflasi, diperparah oleh krisis energi yang berkepanjangan.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال