Jabar Pastikan Jalan Provinsi Mulus Bebas Lubang untuk Mudik Lebaran 2026


HARIANJABAR.ID -  
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh jalan provinsi dalam kondisi prima dan bebas dari lubang selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.

Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran serta keselamatan seluruh pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Agung Wahyudi, mengemukakan bahwa saat ini lebih dari 91 persen jalan provinsi telah dalam kondisi mantap.

"Perbaikan jalan yang berlubang sedang dilakukan. Kami menjamin tidak ada lagi jalan berlubang saat mudik Idul Fitri nanti," ujar Agung di Bandung, Jumat (27/2/2026).

Kesiapan Infrastruktur dan Layanan untuk Pemudik

Selain fokus pada perbaikan jalan, Pemprov Jabar juga meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiapkan 19 titik Disaster Relief Unit (DRU) di jalur mudik utama. Unit ini berfungsi sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerusakan mendadak maupun bencana alam yang dapat mengganggu arus lalu lintas.

Agung menjelaskan bahwa operasional DRU akan didukung oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti. Tim ini memiliki kapabilitas untuk bergerak cepat dalam menangani perbaikan jalan, baik di area perkotaan, titik rawan kecelakaan, maupun lokasi yang dilaporkan masyarakat secara mendesak.

Armada yang disiagakan untuk tim ini meliputi 20 unit mini excavator, 56 dump truck, 6 unit jembatan bailey, 40 unit pick up, 6 unit wheel loader, serta 81 unit pemadat.

Penempatan 19 titik alat berat ini telah diatur secara strategis, mencakup wilayah-wilayah seperti Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Subang, Garut, Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, hingga Tasikmalaya.

Lebih lanjut, aspek pelayanan pemudik juga menjadi prioritas dengan disediakannya 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Posko ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu (one-stop service) yang tidak hanya menyediakan fasilitas istirahat, air minum, dan toilet, tetapi juga informasi penting mengenai jalur alternatif, titik rawan bencana, serta pemetaan kemacetan terkini.

"Dengan persiapan tersebut, gangguan bencana saat perjalanan mudik dapat diminimalisir," pungkas Agung.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال