Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, menjelaskan bahwa penonaktifan terhadap 11 juta peserta PBI JKN ini bertujuan untuk memastikan ketepatan sasaran program. Meskipun sebagian besar sudah tepat sasaran, masih terdapat sebagian peserta yang datanya memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, pemerintah membuka kembali mekanisme reaktivasi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
"Dari 11 juta yang kemarin nonaktif, sejumlah 869.000 telah aktif kembali melalui berbagai skema," ujar Gus Ipul.
Rincian Aktivasi Kembali Peserta PBI JKN
Dari angka 869 ribu peserta yang aktif kembali, terdapat beberapa kategori:
- Sekitar 106 ribu peserta penderita sakit kronis dan katastrofik telah otomatis aktif kembali dan dapat menggunakan fasilitas PBI.
- 132.507 peserta melakukan reaktivasi kembali ke segmen PBI JKN.
- 405.965 peserta beralih pembiayaan ke pemerintah daerah melalui skema PBPU/BP Pemda.
- 184.357 peserta beralih ke segmen pegawai negeri atau BUMN/BUMD karena status pekerjaan mereka.
- 88 peserta beralih pembiayaan ke perusahaan swasta tempat mereka bekerja.
- 147.046 peserta memilih pindah ke segmen mandiri.
- 6.993 peserta naik ke kelas 2.
- 2.990 peserta naik ke kelas 1.
Menteri Sosial juga telah menandatangani daftar penerima PBI yang berlaku untuk bulan depan, dengan catatan bahwa peserta PBI yang berada di luar desil 1-5 masih akan tetap menjadi peserta selama tiga bulan ke depan. Selama periode tersebut, pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menyarankan mereka yang mampu agar pindah ke segmen mandiri, sementara yang tidak mampu akan diaktifkan kembali melalui PBI JKN. Proses ground check dan pencocokan aset akan terus dilakukan untuk pemutakhiran DTSEN, yang akan diukur oleh BPS untuk menjaga konsistensi data.
