Teror Bangkai Ayam, Alarm Bahaya Demokrasi



HARIANJABAR.ID-  Ikatan Keluarga Mahasiswa Institut Agama Islam Sahid Bogor (IKM-INAIS) mengecam keras tindakan teror berupa pengiriman bangkai ayam yang ditujukan kepada seorang warga. Tindakan tersebut bukanlah perbuatan iseng atau candaan, melainkan bentuk intimidasi simbolik yang bertujuan menciptakan rasa takut, tekanan psikologis, serta ancaman terselubung terhadap kebebasan warga negara.

Dalam konteks sosial Indonesia, simbol bangkai hewan memiliki makna ancaman yang kuat. Secara historis dan sosiologis, praktik teror simbolik kerap digunakan sebagai alat untuk menekan, mengintimidasi, dan membungkam pihak-pihak yang bersuara kritis. Oleh karena itu, tindakan semacam ini tidak dapat dilepaskan dari upaya pembatasan ruang berekspresi secara tidak langsung.

Dalam konteks sosial dan politik yang lebih luas, teror simbolik berpotensi menjadi instrumen pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat. Praktik ini jelas bertentangan dengan prinsip demokrasi dan berpotensi melanggar hak konstitusional warga negara sebagaimana dijamin dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, yang menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk menyampaikan pendapat secara bebas.

IKM-INAIS menilai bahwa pembiaran terhadap tindakan intimidasi semacam ini akan menciptakan iklim ketakutan di ruang publik. Jika dibiarkan, praktik teror simbolik akan melemahkan partisipasi masyarakat, membungkam suara kritis, serta menurunkan kualitas demokrasi. Dalam negara hukum, perbedaan pendapat seharusnya dihadapi dengan dialog, argumentasi, dan mekanisme hukum yang sah, bukan dengan ancaman dan teror.

Negara dan aparat penegak hukum memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi warga negara dari segala bentuk ancaman, intimidasi, dan pembungkaman kebebasan berekspresi. Penegakan hukum yang tegas dan transparan menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada ruang bagi praktik teror terhadap warga sipil.

“Kami menegaskan sikap: hentikan segala bentuk teror dan intimidasi terhadap warga. Demokrasi tidak boleh dibangun di atas rasa takut,” tegas Reza Rizki Hermawan, Presiden Mahasiswa Institut Agama Islam Sahid Bogor.

IKM-INAIS menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi agar tetap aman, inklusif, dan bebas dari intimidasi dalam bentuk apa pun.

#HentikanTeror #LindungiKebebasanBerpendapat

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال