Kegiatan deklarasi ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang turut menyaksikan para siswa mengucapkan ikrar bersama. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun hubungan pertemanan yang harmonis, didasari rasa saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutannya menekankan pentingnya generasi muda memiliki pengetahuan luas, kemampuan yang beragam, serta sikap rendah hati sebagai bekal membangun masa depan bangsa. Ia menambahkan, "Untuk mewujudkan hal tersebut, pentingnya penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat."
Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari Wakil Bupati Garut, Putri Karlina. Ia memandang Gerakan Rukun Sama Teman sebagai program strategis yang akan sangat membantu terciptanya proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para siswa di Garut.
Kolaborasi Elemen Sekolah untuk Budaya Aman
Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, mengajak seluruh komponen sekolah untuk bersama-sama menjadikan sekolah sebagai ruang kedua yang aman dan penuh kebersamaan. Ia menegaskan, keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada kolaborasi aktif dari semua pihak, mulai dari pimpinan sekolah, pendidik, siswa, hingga tenaga kependidikan.
Lebih lanjut, Rusprita menjelaskan bahwa Gerakan Rukun Sama Teman selaras dengan pesan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya belajar dengan tekun, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, serta senantiasa menjaga kerukunan dengan teman sebaya.
Pada acara tersebut, seluruh peserta mengikuti pembacaan deklarasi dan ikrar Gerakan Rukun Sama Teman yang disambut dengan antusias oleh para siswa. Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian 31 SMP di Kabupaten Garut yang telah menjalani Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, dilakukan oleh Menteri Mu’ti bersama Wakil Bupati Garut.
Sumber : rri.co.id
