Nama "Maung" sendiri merupakan akronim dari "Manusia Unggul". Gagasan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan zaman yang terus berkembang pesat.
"Tahun ini kita bikin Sekolah Maung, ya. Sekolah Maung, Manusia Unggul," ujar KDM dalam tayangan tersebut.
Sekolah Maung dirancang untuk menjadi lembaga pendidikan yang menyediakan jurusan-jurusan strategis, yang diprediksi akan sangat dibutuhkan di masa depan.
Fokus pada Jurusan Strategis untuk Masa Depan
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi merinci bahwa Sekolah Maung akan menawarkan enam pilihan jurusan. Jurusan-jurusan ini dipilih berdasarkan proyeksi kebutuhan industri dan perkembangan teknologi di masa mendatang. Keenam jurusan tersebut meliputi:
- Teknologi Informasi
- Otomotif
- Pertanian
- Olahraga
- Elektro
- Kelautan
"Dengan enam jurusan. Satu, jurusan teknologi informasi. Dua, jurusan otomotif. Yang ketiga jurusan pertanian. Yang keempat jurusan olahraga. Yang kelima jurusan elektro. Yang keenam, jurusan kelautan," jelasnya.
Dalam hal pembiayaan, Dedi Mulyadi berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk pembangunan Sekolah Maung. Namun, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran dan siap untuk memulai proses pembangunan.
Selain pembangunan fasilitas sekolah, Pemprov Jawa Barat juga berencana meningkatkan infrastruktur pendukung di sekitar area sekolah. Peningkatan ini mencakup perbaikan trotoar, taman, halte, hingga sistem penerangan jalan di ruas jalan provinsi yang berdekatan dengan sekolah-sekolah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif.
"Jalan-jalan provinsi yang menuju arah tiap daerah dan di depannya ada sekolah, bangun trotoar yang bagus. Trotoarnya kasih kursi, kasih lampu, kasih halte. Bikin desain halte yang bagus," tuturnya.
Pendirian Sekolah Maung diharapkan dapat menjadi tonggak penting bagi Provinsi Jawa Barat dalam mencetak generasi "Manusia Unggul" yang siap menghadapi tantangan global serta berkontribusi pada pembangunan daerah.
