Bibit Siklon Tropis 97S Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia




HARIANJABAR.ID -  
Bibit Siklon Tropis 97S terpantau aktif di dekat perairan Indonesia, berpotensi memicu hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bibit siklon ini berada di Laut Timor sebelah utara Australia.


Menurut Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, sistem 97S terdeteksi di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa. Pergerakan sistem ke arah barat diprediksi akan memperkuat pertemuan dan belokan angin di pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di bagian selatan Indonesia.

BMKG memperkirakan Bibit Siklon Tropis 97S memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh dalam 24 jam ke depan. Namun, dampaknya secara tidak langsung tetap signifikan, termasuk potensi curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang laut tinggi.

Wilayah Nusa Tenggara Timur diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, disertai angin kencang akibat aktivitas bibit siklon ini. Sementara itu, Nusa Tenggara Barat berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

Selain potensi hujan dan angin, BMKG juga menginformasikan adanya potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Ketinggian gelombang 1,25-2,5 meter diprediksi terjadi di:

  • Laut Banda
  • Laut Flores
  • Perairan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru
  • Perairan Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar
  • Laut Arafuru bagian utara, tengah, dan timur

Untuk ketinggian gelombang 2,5-4 meter, potensi terdampak meliputi:

  • Perairan Kupang
  • Laut Sawu
  • Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
  • Laut Arafuru bagian barat

BMKG juga mencatat keberadaan Siklon Tropis Nokaen di sekitar Laut Filipina sebelah timur laut Manila. Meskipun bergerak menjauhi Indonesia, siklon ini masih berpotensi menyebabkan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Samudra Pasifik utara Maluku.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال