Kota yang terkenal dengan udara sejuknya ini meraih apresiasi tinggi berkat kombinasi unik antara lanskap alam yang memukau, arsitektur peninggalan kolonial yang kental, kekayaan budaya lokal, serta ragam kuliner khas yang menggugah selera. Keunggulan-keunggulan ini menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, menjadikan Bandung sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Asia.
Pemerintah Kota Bandung mencatat lonjakan signifikan dalam angka kunjungan wisatawan. Hingga triwulan ketiga tahun 2025, tercatat 6,5 juta wisatawan telah mengunjungi Kota Bandung, yang menunjukkan peningkatan sebesar 84,14% dibandingkan semester pertama tahun yang sama. Sektor kuliner masih mendominasi minat wisatawan dengan kontribusi sekitar 60% dari total aktivitas wisata, diikuti oleh sektor belanja, mode, dan wisata warisan budaya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengonfirmasi peningkatan kunjungan yang pesat, terutama pada momen libur akhir tahun. "Pada Desember 2025 saja, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Bandung mencapai lebih dari 1.070.131 orang," ujar Farhan. Ia menambahkan bahwa sekitar 530 ribu wisatawan memilih moda transportasi kereta api, termasuk Kereta Cepat Whoosh, menunjukkan meningkatnya preferensi terhadap transportasi publik yang efisien.
Tren Kunjungan dan Dampak Ekonomi
Selama periode libur Natal dan Tahun Baru, kereta api terbukti menjadi pilihan utama bagi para pelancong. Kunjungan wisatawan pada bulan Desember 2025 mengalami kenaikan sekitar 25% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, di mana rata-rata kunjungan per bulan berkisar 700 ribu orang. Angka kunjungan yang terus meningkat ini memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat internasional.
"Sekitar 530 ribu wisatawan datang menggunakan kereta api, baik kereta jarak jauh maupun Kereta Cepat Whoosh. Sisanya sekitar 45% menggunakan kendaraan pribadi dan bus rombongan," jelas Farhan mengenai moda transportasi yang digunakan oleh pengunjung.
Masuknya Bandung dalam daftar destinasi wisata paling berkembang di Asia merupakan sinyal positif bagi kemajuan sektor pariwisata kota tersebut. Hal ini tidak hanya mengukuhkan citra Bandung sebagai kota tujuan wisata menarik, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
