
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa mayoritas sekolah yang menjadi target program revitalisasi telah rampung. "Yang sekarang di sini hampir semuanya sudah, yang sudah 100 persen adalah 143, dan yang mendekati 100 persen tinggal 13, akhir Januari sudah selesai," ujar Abdul Mu’ti saat peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Kabupaten Garut Tahun 2025 di Aula Musaddadiyah, Garut, Kamis (8/1/2026).
Realisasi Revitalisasi Pendidikan di Garut
Program revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di seluruh tingkatan. Kabupaten Garut sendiri mendapatkan alokasi untuk revitalisasi sebanyak 156 sekolah. Rinciannya meliputi 31 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 52 Sekolah Dasar (SD), 31 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 15 Sekolah Menengah Atas (SMA), 20 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 5 Sekolah Luar Biasa (SLB), dan dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa jenis revitalisasi yang dilakukan bervariasi, mencakup penambahan ruang kelas yang kurang, perbaikan sekolah yang rusak, hingga renovasi parsial pada beberapa bagian bangunan. "Revitalisasi itu karena ada yang ruang kelasnya kurang, ada yang memang sekolahnya rusak, dan ada yang juga mungkin hanya rehab beberapa, sehingga bervariasi antara satu sekolah dengan yang lain," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program revitalisasi sekolah di tahun 2025 ini menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi besar untuk mentransformasi berbagai sektor, khususnya di bidang pendidikan.
Sumber : antara