Wali Kota Bandung Perketat Pengawasan Harga Jelang Nataru




HARIANJABAR.ID -  Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengambil langkah sigap untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Kembang, meski tingkat inflasi Kota Bandung saat ini masih terkendali di angka 2,53% (year-on-year) pada Oktober 2025, lebih rendah dibanding provinsi maupun nasional. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Muhammad Farhan menegaskan bahwa status Bandung sebagai kota wisata membawa dua sisi mata uang: peluang ekonomi dan potensi ancaman inflasi, terutama saat mobilitas tinggi menjelang Nataru.

 "Bandung ini kota wisata. Mobilitas tinggi menjelang Nataru bisa jadi peluang ekonomi, tapi juga ancaman inflasi kalau tidak diatur. Kita harus pastikan semua nyaman –yang berlibur, yang berjualan, maupun yang merayakan,” ujarnya.

Untuk menghadapi potensi gejolak harga ini, Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan empat strategi utama:

  • Menjamin Ketersediaan Pangan: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) diminta untuk memastikan stok bahan pokok aman, sekaligus melakukan revitalisasi program Buruan SAE.
  • Menata Rantai Pasok dan Pasar: Penataan distribusi dan kebersihan pasar menjadi fokus, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap logistik pangan.
  • Gerakan Pasar Murah: Inisiatif ini dijalankan sebagai intervensi kecil namun krusial untuk menstabilkan harga di tingkat konsumen.
  • Komunikasi Publik yang Menenangkan: Dinas Kominfo diinstruksikan untuk aktif menyebarkan informasi ekonomi yang akurat dan menenangkan, serta membuka dialog dengan pelaku usaha, media, dan masyarakat untuk edukasi publik.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Dudi Prayudi, turut menyoroti kerentanan Bandung akibat tingginya tingkat konsumsi dan ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah. 

"Ketergantungan ini membuat kita rentan terhadap fluktuasi harga, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelas Dudi, meskipun ia mengakui inflasi Oktober 2025 masih terkendali.

Visi Ekonomi Bandung

Selain fokus pada inflasi jangka pendek, Wali Kota Farhan juga menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkeadilan. Ia menekankan perlunya peningkatan kualitas tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran terbuka. 

"Kalau yang tumbuh hanya sektor informal, produktivitasnya tidak steady. Kita ingin pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan. Pertumbuhan ekonomi yang baik harus disertai pemerataan. Itu tantangan terbesar Bandung ke depan,” tegasnya.

Forum TPID yang diselenggarakan Pemkot Bandung di Hotel Mercure Bandung City Centre ini menjadi wadah penting yang mempertemukan lintas unsur strategis, mulai dari Bank Indonesia, BPS, akademisi Unpad dan Unpas, hingga kepala OPD. 

"Forum ini tidak hanya diskusi, tapi pengambilan keputusan strategis agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga,” pungkas Dudi Prayudi.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال