Warga Bandung Segera Miliki Hunian Subsidi di Sadang Serang





HARIANJABAR.ID -  
Kabar gembira menghampiri warga Kota Bandung yang belum memiliki rumah, pemerintah berencana membangun rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Sadang Serang.

Rencana ini terungkap saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Wali Kota Bandung Farhan meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan rusun tersebut. Keduanya memastikan akan ada satu tower rusun subsidi yang dapat menampung sekitar 1.208 unit hunian. Proyek ini diharapkan menjadi solusi hunian vertikal yang terjangkau di tengah keterbatasan lahan di Kota Bandung.

Solusi Hunian Terjangkau untuk Warga Bandung

Menteri Maruarar Sirait menyambut baik inisiatif pembangunan rusun subsidi ini, mengingat Kota Bandung sudah lama tidak membangun fasilitas serupa. Ia mengapresiasi langkah Wali Kota Bandung dalam mendorong proyek yang ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Menurutnya, terdapat tiga langkah strategis yang akan dilakukan untuk memastikan proyek ini berjalan lancar, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Langkah-langkah tersebut meliputi penguatan regulasi, pengecekan kondisi lapangan dan ekosistem sekitar lokasi, serta pengaturan skema pembiayaan agar harga unit tetap terjangkau.

Maruarar menegaskan bahwa rusun ini akan diprioritaskan bagi warga yang memenuhi kriteria khusus, yaitu belum memiliki rumah, termasuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Bandung, dan memiliki kemampuan untuk membayar cicilan. "Artinya, program ini menyasar warga yang benar-benar membutuhkan hunian pertama namun tetap memiliki kemampuan membayar cicilan," ujarnya.

Wali Kota Bandung, Farhan, menyatakan bahwa proyek ini akan direalisasikan dalam bentuk rumah susun milik (rusunami). Ia menambahkan bahwa lahan di Sadang Serang merupakan milik Pemerintah Kota Bandung, yang akan mempercepat proses pembangunan. Pemkot Bandung berkomitmen memberikan subsidi bersama dengan Pemerintah Provinsi untuk menekan harga unit agar tetap terjangkau bagi MBR. "Untuk pembiayaan, kami berkomitmen memberikan subsidi dari Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi. Semoga pembangunan rusun ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Proyek yang menargetkan 1.208 unit ini berpotensi menjadi contoh penyediaan hunian vertikal bersubsidi di perkotaan yang padat. Di tengah kenaikan harga tanah yang terus berlanjut, pembangunan rusun subsidi dianggap sebagai solusi realistis untuk mengatasi kesenjangan perumahan di Bandung.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال