Maskapai nasional ini menyatakan bahwa penangguhan akan berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, sambil terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut. "Garuda Indonesia terus aktif berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau situasi yang berkembang," ujar pihak maskapai dalam keterangan resminya.
Maskapai pelat merah ini menegaskan bahwa operasional penerbangan internasional lainnya tetap berjalan normal dan tidak melintasi wilayah udara yang terdampak konflik. Gangguan terhadap aktivitas penerbangan global ini merupakan dampak langsung dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Beberapa maskapai internasional lain seperti British Airways, Virgin Atlantic, dan Wizz Air juga telah mengambil langkah serupa, termasuk membatasi atau menangguhkan rute ke sejumlah destinasi di Timur Tengah. Wilayah udara Iran dilaporkan mengalami penutupan, memaksa lalu lintas udara internasional untuk mencari jalur alternatif.
Maskapai Global Sesuaikan Jadwal di Tengah Ketegangan Regional
Sejumlah maskapai besar global telah mengambil tindakan penyesuaian operasional penerbangan mereka. British Airways misalnya, telah membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga 4 Maret, serta ke Amman, Yordania pada 28 Februari. Virgin Atlantic juga dilaporkan membatalkan rute dari Heathrow ke Dubai dan memberikan peringatan bahwa penerbangan ke India, Arab Saudi, dan Maladewa mungkin memerlukan waktu tempuh lebih lama akibat pengalihan rute.
Wizz Air memutuskan untuk menangguhkan seluruh penerbangan dari dan ke Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga 7 Maret. Qatar Airways turut mengonfirmasi adanya penangguhan sementara layanan penerbangan ke dan dari Doha, menyusul penutupan wilayah udara Qatar. Sementara itu, Emirates juga menghentikan sementara layanan ke dan dari Dubai.
Otoritas bandara internasional di Dubai, termasuk Dubai International (DXB) dan Dubai World Central - Al Maktoum International (DWC), juga mengumumkan penangguhan semua operasional penerbangan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penumpang dihimbau untuk tidak menuju bandara dan menghubungi maskapai masing-masing untuk informasi terbaru.
Situasi ini terjadi setelah Israel mengklaim telah menyerang Iran dan militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan ke target-target di negara tersebut, yang menyebabkan wilayah udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain dilaporkan hampir kosong.
