Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa pihaknya melihat kondisi Timur Tengah yang semakin memanas. "Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya," ujar Dahnil Anzar di Jakarta, Minggu (1/3).
Bagi jemaah yang saat ini sedang menjalankan ibadah umrah, Kemenhaj mengingatkan agar terus menjaga komunikasi dengan kantor urusan haji, Konsulat Jenderal (Konjen), serta perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri RI juga siap memfasilitasi dan memberikan informasi serta perlindungan yang diperlukan.
Pemerintah juga akan memastikan maskapai penerbangan dan pihak hotel untuk memberikan perlindungan dan memfasilitasi segala kebutuhan jemaah umrah di Tanah Suci. "Kementerian Luar Negeri (RI) siap memfasilitasi dan memberikan informasi yang cukup maupun perlindungan terhadap jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci dan memastikan maskapai penerbangan, pihak hotel dan sebagainya untuk melindungi dan memfasilitasi semua kebutuhan jemaat di Tanah Suci," jelas Dahnil.
Perlindungan Jemaah Umrah Tetap Menjadi Prioritas
Saat ini, tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan bahwa seluruh jemaah tersebut berada dalam pantauan ketat. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, meminta jemaah dan keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak panik.
"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini," ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI.
Kemenhaj terus menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memantau perkembangan situasi. Hingga kini, belum ada dampak yang tercatat terhadap persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
