Prioritas utama perbaikan difokuskan pada ruas jalan utama mudik yang diperkirakan akan dipadati kendaraan. Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan kondisi "Zero Potholes" atau bebas lubang sepuluh hari sebelum Lebaran tiba, mengingat volume kendaraan di jalur Pantura diprediksi akan meningkat signifikan.
Perbaikan juga mencakup Jembatan Cilamaya di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang merupakan salah satu titik vital lalu lintas. Penanganan ini dilaksanakan menggunakan metode scraping dan pelapisan ulang dengan aspal AC-WC PG 70.
Material aspal AC-WC PG 70 dipilih karena ketahanannya terhadap beban lalu lintas berat dan iklim panas ekstrem, menjadikannya pilihan ideal untuk jalan raya di Indonesia.
Perbaikan badan jalan di atas Jembatan Cilamaya ini dilaporkan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari. "Pekerjaan ini dilakukan dalam kurang waktu satu hari bisa terselesaikan," ujar salah satu petugas Kementerian PU di lapangan dalam laporannya seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (26/2).
Diharapkan, langkah perbaikan ini dapat menekan angka kecelakaan akibat jalan rusak dan memberikan ketenangan bagi jutaan pemudik yang melakukan perjalanan jauh.