Fungisida Jadam Sulfur merupakan formulasi pestisida organik yang terinspirasi dari konsep "Jadam" (Jayonul Damun Saramdul) dari Korea Selatan. Keunggulan utama dari pestisida ini adalah biaya produksi yang murah dan penggunaan bahan baku yang mudah didapatkan, sehingga memungkinkan petani untuk membuatnya secara mandiri.
Selain efektivitas biaya, produksi jadam sulfur juga minim risiko residu kimia. Hal ini menjadikan dampaknya terhadap lingkungan, khususnya tanah, relatif lebih aman jika dibandingkan dengan pestisida kimia konvensional.
Fungisida Jadam Sulfur ini hadir sebagai solusi alternatif yang aman bagi petani dalam mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur. Produksinya yang dapat dilakukan sendiri oleh petani dengan bahan yang mudah diperoleh menjadi nilai tambah signifikan.
Manfaat dan Aplikasi Jadam Sulfur
"Jadam sulfur merupakan alternatif fungisida yang aman dan dapat dibuat sendiri oleh petani dengan bahan yang mudah diperoleh," papar mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University sekaligus anggota KKNT Inovasi Desa Cikondang, Khairunnisa Lastanti Putri.
Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Desa Cikondang, Erti Yulianti, turut menambahkan bahwa kunci keberhasilan penggunaan jadam sulfur di lapangan terletak pada kesesuaian dosis dan cara aplikasinya. "Jika diaplikasikan dengan benar, fungisida ini dapat membantu petani mengendalikan penyakit tanaman secara efektif dan berkelanjutan," ujar Erti.
Ia juga menyampaikan harapan agar inovasi yang diperkenalkan melalui kegiatan KKN IPB University ini dapat terus diadopsi dan diterapkan oleh para petani setempat untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
