
HARIANJABAR.ID - Menjelang laga akbar antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 11 Januari 2026, antusiasme tinggi dari Bobotoh, suporter setia Persib, terlihat dari permintaan tiket yang membludak. Persib Bandung menetapkan kuota penjualan tiket sebanyak 26.000 lembar, angka ini merupakan hasil koordinasi dengan berbagai pihak termasuk kepolisian untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penonton.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek krusial. "Penetapan jumlah tiket ini bukan semata soal kapasitas, tetapi hasil koordinasi yang matang dengan berbagai pihak. Faktor keselamatan, kenyamanan Bobotoh, serta pengelolaan arus masuk dan keluar stadion menjadi prioritas kami," ujar Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhi Pratama, pada Selasa (6/1/2026).
Penyesuaian Harga dan Inovasi Digital
Menanggapi pertanyaan mengenai penyesuaian harga tiket, Adhi Pratama menjelaskan bahwa pertandingan melawan Persija masuk dalam kategori big match yang memiliki animo sangat tinggi. Dalam industri olahraga profesional, penyesuaian harga ini merupakan bagian dari penerapan dynamic pricing, sebuah mekanisme yang umum digunakan untuk pertandingan dengan permintaan tinggi. "Dynamic pricing adalah mekanisme yang umum diterapkan, terutama pada pertandingan dengan permintaan yang sangat tinggi. Di saat yang sama, big match juga membawa konsekuensi pada peningkatan biaya operasional," jelasnya.
Peningkatan biaya operasional ini meliputi pengamanan tambahan, pengaturan lalu lintas, penambahan steward, serta kesiapan teknis dan layanan penonton di dalam stadion. "Penyesuaian harga dilakukan secara terukur dan tetap mempertimbangkan keterjangkauan, dengan tujuan utama memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh Bobotoh," tambah Adhi.
Terkait keluhan sebagian Bobotoh mengenai kendala pada aplikasi Persib, Adhi menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan. Lonjakan akses yang sangat tinggi secara bersamaan menjadi tantangan tersendiri pada momen big match. "Pada pertandingan seperti ini, jutaan pengguna bisa mengakses aplikasi dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi tersebut tentu berdampak pada performa sistem," ungkapnya.
Adhi memastikan bahwa tim Persib terus melakukan pemantauan dan perbaikan bertahap agar layanan kembali stabil. "Masukan dari Bobotoh menjadi evaluasi penting bagi kami. Ini menjadi bahan pembelajaran agar ke depan kualitas layanan digital Persib semakin siap," tuturnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan, kepercayaan, dan kesabaran Bobotoh. "Ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan, baik di stadion maupun melalui layanan digital," pungkasnya.